Jumat, 10 Juni 2016

Cara Budidaya Tanaman Semangka



Semangka merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat. Semangka yang biasanya menjadi buah segar ini menjadi hidangan di meja makan, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayuran.
Semangka yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan bijinya, yang memiliki aroma dan rasa tawar, bijinya diolah menjadi makanan ringan yang disebut "kuwaci" (disukai masyarakat sebagai makanan ringan). Kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah ketimun atau jenis labu-labuan lainnya.


Budidaya Tanaman Semangka

Syarat Pertumbuhan

1.      Iklim

1)      Secara teoritis curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
2)      Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
3)      Tanaman semangka akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu 25 derajat C (siang hari).
4)      Suhu udara yang ideal bagipertumbuhan tanaman semangka adalah suhu harian rata-rata yang berkisar 20-30 mm.
5)      Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, berarti udara kering yang miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yang berhawa kering. Sebaliknya, kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.

2.     Media Tanam

Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah yang cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Keasaman tanah (pH) yang diperlukan antara 6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dengan dosis disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

3.      Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yang mempunyai ketinggian di bawah 100 m dpl dan di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari 300 m dpl.


20 JUTA PERBULAN DENGAN MODAL 95 RIBU, MAU? 
KUNJUNGI WWW.NGALIRTERUS.COM
 
http://ngalirterus.com
DAFTAR 95 RIBU, KERJA 2 JAM DAPET 500 RIBU, MAU? 
TERBATAS UTK 20 ORANG, KHUSUS HARI INI
 
http://ngalirterus.com
MAU GAJI 20 JUTA ? KERJA 2 JAM MODAL CUMA 95 RIBU 
KUNJUNGI WWW.NGALIRTERUS.COM
 
http://ngalirterus.com
PEMBESAR PENIS ARAB. Full Testi KASKUSER Dewasa 
Blogers & KASKUSers! | Pembesar Penis dari Arab Saudi,+6cm
 
http://goo.gl/vqop8C

Teknis  Budidaya

1.     Pembibitan

>         Persyaratan Benih
Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan jenisHaploid (berbiji).
>         Penyiapan Benih
Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setelah dipilih disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis Haploid dengan mudah disemai karena bijinya tidak keras sehingga mudah membelah pada waktu berkecambah.
>         Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
a.       Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya
b.      Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik); 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur). Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan.
>         Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan siap ditanami benih tersebut.
>         Pemindahan Bibit
Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantongkantong plastik berukuran : 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan diisi campuran tanah dengan pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1 bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yang sudah matang. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah.

2.      Pengolahan Media Tanam

>         Persiapan
Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
>         Pembukaan Lahan
Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut.
>         Pembentukan Bedengan
Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat. Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris tanaman ganda, bedengan melintang pada areal penanaman). Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm).


>         Pengapuran
Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang me-ngandung unsure Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomite dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
>         Pemupukan
Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik dan pupuk buatan. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata.

3.      Teknik Penanaman

>         Penentuan Pola Tanaman
Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dengan pola tanam monokultur.
>         Pembuatan Lubang Tanaman
Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan. Lahan tertutup dengan plastic mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang.
>         Cara Penanaman
Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastic yang ada.

4.      Pemeliharaan Tanaman

>         Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman.
>         Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.


>         Pembubunan
Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan dila>kukan setelah beberapa hari penanaman.
>       Perempalan
Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tanaman yang terlalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat.
>         Pemupukan
Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.
>         Pengairan dan Penyiraman
Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan bantuan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air.
>         Waktu Penyemprotan Pestisida
Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap  17 liter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setelah tanaman berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan menggunakan mesin bertenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca.
>         Pemeliharaan Lain
Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yang dekat dengan perakaran berukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri.


5.      Panen

>         Ciri dan Umur Panen
Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bias dipetik (dipanen). Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).
>         Cara Panen
Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak berawan sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.
>         Periode Panen
Panen dilakukan dalam beberapa periode. Apabila buah secara serempak dapat dipanen secara sekaligus, tetapi apabila tidak bisa bersamaan dapat dilakukan 2 kali. Pertama dipetik buah yang sudah tua, ke-dua semuanya sisanya dipetik semuanya sekaligus. Ke-tiga setelah daun-daun sudah mulai kering karena buah sudah tidak dapat berkembang lagi maka buah tersebut harus segera dipetik.

6.      Pasca Panen

>         Pengumpulan
Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah, sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat, karena akan mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah, dengan kadar air yang sempurna.
>         Penyortiran dan Penggolongan
Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain:
1) Kelas A: berat = 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
2) Kelas B: berat = 2-4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
3) Kelas C: berat = 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
>        Penyimpanan
Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar (sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut:
1) Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4,4 derajat C, dan kelembaban udara
antara 80-85%;
2) Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan
kadar CO2 dengan asumsi oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2),
dapat mengurangi proses respirasi;
3) Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka
pendek dengan cara memberi alas dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan
disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering.
>         Pengemasan dan Pengangkutan
Di dalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati.
1).Menggunakan tempat buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.
2).Melindungi buah saat pengangkutan dari kerusakan mekanik dapat dihindari.
3).Dibubuhi label pada peti kemas terutama tentang mutu dan berat buah.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang budidaya tanaman semangka, semoga bermanfaat

Usaha Budidaya Telur Asin




Cara Membuat Telur Asin :
RENDAM TELUR MENTAH
Bahan berupa telur yang sudah siap direndam terlebih dahulu dengan air selama kurang lebih 2 menit, dari sini akan muncul telur yang mengambang. Telur yang mengambang ini menandakan bahwa telurnya jelek dan tidak layak dijadikan telur asin.  Telur tersebut dibuang saja , setelah direndam kemudian di cuci hingga bersih sampai bersih permukaan cangkang dari telur agar jadi bersih dan tidak ada kotoran yang menempel di kulit telur.
TIRISKAN TELUR
Tiriskan telur telur bagus tersebut lalu keringkan dengan cara di lap dengan kain atau handuk khusus. Bisa dengan kipas aingin tetapi mungkin pengeringannya kurang maksimal jadi lebih bagus di lap satu persatu sambil memeriksa lagi apakah ada te;ur yang rusak untuk dipisahkan lagi jika menemukan.`
Selanjutnya ada dua opsi sebenarnya, jika menggunakan bubuk bata dan tanpa bubuk bata:
DENGAN BUBUK BATU BATA
Telur dibungkus dengan adonan bubuk batu bata dan garam. Campurkan garam dan bubuk batu bata lalu berikan air secukupnya  dan aduk hingga mendapatkan adonan yang lembek seperti pasta. Kemudian telur tersebut dibungkus dengan adonan disekelilingnya sehingga menyerupai bulatan seperti bola dengan ketebalan kira-kira 2cm. Kemudian simpan dalam waktu sekitar 2 mingguan. Lebih lama juga boleh untuk mendapatkan telur yang lebih awet dan lebih asin.
TANPA BUBUK BATU BATA
Telur akan direndam didalam larutan air garam selama beberapa hari, perkiraan untuk mendapatkan telur yang bagus minimal sekitar 2 minggu untuk merendam telur telur tersebut. Siapkan wadah berupa baskom atau ember lalu masukkan air hangat dan garam ke dalamnya. Maksud penggunaan air hangat adalah supaya garam lebih cepat larus dari pada menggunakan air dingin.
Biarkan larutan tersebut beberapa saat sampai air menjadi dingin, masukkan air larutan ke dalam baskom atau ember lain yang berisi telur bebek. Untuk mendapatkan air hasil yang baik maka usahakan semua telur terendam dalam air dan jangan ada yang mengambang. Bisa diberikan pemberat diatasnya untuk menahan telur agar tidak mengambang (masa jenis air garam lebih tinggi dari telur jadi kemungkinan telur akan naik ke permukaan). Gunakan pemberat yang lembut seperti kantong berisi air yang tidak akan membuat telur terhimpit terlalu keras yang dapat menyebabkan retak dan rusak.
PROSES PEREBUSAN
Jika menggunakan metode bubuk batu bata maka telur terlebih dahulu dibersihkan dari bungkusan batu batu baru kemudian direbus. Untuk telur yang direndam larutan garam bisa langusng diambil untuk direbus. Perhatikan untuk proses ini, gunakan api yang kecil atau sedang untuk proses perebusan agar air tidak mendidih dan mengeluarkan gejolak karena dapat menyebabkan telur bergerak dan saling beradu. Ini dapat membuat telur rusak pecah atau rusah. Cukup dengan api kecil dan rebus dalam waktu 1 – 1,5 jam.
Setelah itu angkat telur asin dan tiriskan, telur telur ini sudah matang dan siap untuk dimakan atau dijajakan.
————–
Ada beberapa orang yang merendam telur lebih lama, hal ini dilakukan untuk mendapatkan te;ur asin yang lebih tahan lama (awet). Waktu 3 minggu sudah cukup lama untuk melakukan perendaman, jika Anda tidak terburu-buru tentu bisa mencoba untuk merendamnya lebih lama. Tapi jika tidak maka cukup gunakan waktu normal saja.

Perhitungan modal (Update)
KeperluanJumlahRupiah
Telur Bebek Mentah (1.500/butir)200 butir300.000
Bubuk Bata Halus (25.000/kg)2 kg50.000
Garam (5.000/kg)5 kg25.000
Bumbu (20.000/kg)5kg100.000
Lain – lain50.000
Total Biaya525.000
Telur asin yang sudah jadi dan siap dijual bisa dijual dengan harga paling minim 3000 (jika partai besar seperti Budhe yang kelasnya agen mungkin bisa kurang sedikit). Sementara untuk penjual biasa seperti mas Agus bisa menjual dengan harga 3500 perbutirnya.
Pedagang rata rata menjual telur asin dengan harga 3000/butir. Kita akan hitung total hasil penjualan untuk 200 telur asin yang telah jadi
200 (butir) x 3000 = 600000
Keuntungan yang didapat dari penjualan 200 butir telur asin adalah 600.000 – 525.000 = 75.000. Jika setiap harinya bisa menghabiskan 200 butir maka dalam kurun waktu 30 hari pendapatan keuntungannya adalah 30 x 75.000 = 2.250.000
Ini perhitungan menurut asumsi saya pribadi dan mungkin terdapat ketidaksesuaian daftar harga yang tertulis dengan harga masing-masing bahan real hari ini.
Bagaimana? Sudah siap memproduksi telur asin sendiri? Silahkan dicoba resep cara pembuatan telur asin diatas. Dan mulailah bisnis telur asin Anda sendiri. Selamat mencoba dan salam Sukses…!!!

Cara Budidaya Kangkung


Cara Menanam Kangkung - Budidaya sayuran adalah salah satu preoritas utama bagi para kalangan petani dan sayuran merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Tentunya dengan demikian sayuran adalah salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Sama seperti bayam kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak penggemar, selain itu pengolahan sayuran ini sangat mudah untuk di sajikan bisa di sajikan dengan cara di tumis atau bisa juga di sajikan sebagai bahan coletan sambal.




Untuk jenis kangkung sendiri memiliki 2 jenis yang biasa di budidayakan di masyarakat umum yaitu kangkung darat atau lebih dikenal dengan kangkung cabut dan kangkung air. Cara menanam kangkung pun sangat terbilang mudah dan gampang sebab anda tidak perlu melakukan penyemaian terlebih dahulu untuk membudidayakan nya.  Nah untuk jenis kangung darat dan air memiliki ciri yang berbeda berikut cirinya,

Kangkung cabut atau darat
  • Tumbuh di darat
  • Batang lebih kecil dengan warna putih kehijauan
  • Memiliki daun yang lebih tipis dan lebih lunak
  • Dan warna bunga umumnya putih

Kangkung air
  • Dapat tumbuh di air di dalam kolam atau parit
  • Memiliki batang yang lebih besar dan keras serta warna hijau pekat
  • Daun lebar tebal dan keras
  • Serta warna bunga putih kemerahan


Namun dalam pembahasan kali ini kami akan membahas tentang cara menanam kangkung cabut atau darat.  Dalam budidaya atau menanam kangkung dibutuhkan beberapa aspek dan proses agar saat menjalankan budidaya dapat berjalan dengan lancar dan baik. Untuk lebih jelas dan lengkapnya simak ulasan di bawah ini mengenai Cara Menanam Kangkung Dengan Mudah


Proses dan Cara Menanam Kangkung

Persiapan Lahan

Persiapan yang harus dilakukan dalam budidaya kangkung adalah dengan mempersiapkan lahan dan mengolah lahan supaya tanah menjadi subur dengan cara di cangkul. Cangkul lahan yang akan di Tanami kangkung hingga benar benar gambur dan bersih serta terbebas dari gulma atau tanaman rumput liar.

Setelah itu buatlah bedengan pada lahan tanam dengan ukuran sekitar 90 – 100 cm dan tinggi 30 – 35 cm serta panjang di sesuaikan dengan lahan atau petak lahan. Kemudian buatlah parit atau jarak antara bedengan sekitar 40 – 50 cm, amun apabila lahan sempit sesuaikan dengan kebutuhan saja.yang terpenting dalam cara menanam kangkung ini adalah lahan terlihat bersih dan benar benar gambur supaya proses pertumbuhan kangkung berjalan dengan baik.



Selain itu apabila anda tidak memiliki lahan yang cukup untuk bertanam atau tidak mempunyai lahan tanam anda bisa menggunakan pekarangan rumah dengan semaksimal mungkin atau bisa juga menggunakan polybag atau pot plastik.

Setelah tanah telah di gamburkan dan dibuat bedengan selanjutnya dengan memberikan pupuk kandang dan sebar pupuk kandang secara merata di atas bedengan lalu biarkan selama 2 – 4 hari. Pupuk kadang yang bisa di gunakan seperti pupuk Urea.

Kemudian pada tahap ini atur kadar ph dalam tanah, lakukan pengapuran pada lahan apabila Ph tanah terlalu rendah lakukan pengapuran seperti dolomite untuk mentrelkan asam pada tanah. Untuk perbandingan pemberian pupuk dan kapur anda bisa menggunakan perbandingan 1 karung pupuk dan 1 ember kapur dolomite.
                      

Persiapan dan pemilihan benih

Kemudian setelah lahan di siapkan langkah yang harus di lakukan dalam cara menaman kangkung tentunya dengan menyiapkan benih. Ketika menyiapkan benih anda harus benar benar memilih benih atau bibit yang berkualitas baik dan terbebas dari hama dan penyakit serta berasal dari varietas atau bibit tanaman kangkung yang sudah terkenal kualitasnya.
Untuk pembibitan pada kangkung sendiri meliputi 2 cara yaitu dengan cara menggunakan biji atau generative dan vegetative atau pembibitan dengan proses stek. Namun alangkah bagusnya jika anda pemula sebaiknya menggunakan pembibitan generative (menggunakan biji).

Perlu anda ketahui bibit sangat penting untuk tahap awal dari budidaya atau cara menanam kangkung agar mendapatkan kangkung yang berkualitas baik. Untuk bibit ata biji kangkung sendiri anda tidak perlu bingung untuk mendapatkannya sebab sudah banyak yang menjual bibit sayuran ini di toko toko pertanian di kota anda. Yang terbenting bibit yang di beli berasal dari varietas yang jelas dan berkualitas.


Penanaman

Dalam proses cara menanam kangkung yang baik agar menghasilkan kangkung yang berkualitas adalah di waktu awal musim hujan yah sama seperti sayuran bayam tanaman kangkung juga akan sangat bagus apabila di tanam saat awal musim hujan. dan apabila anda melakukan penanaman di musim kering anda harus melakukan perawatan yang sangat intensif dengan menyiraminya setiap hari.

Cara penanaman nya sangat gampang, buatlah lubang pada bedengan pada lahan dengan kedalaman lubang mencapai 5 cm dengan jarak antara lubang satu ke lubang yang lain sekitar 15cm - 20 cm. kemudian masukan bibit atau benih kedalam lubang tersebut, untuk  setiap lubang di isi dengan 3 – 4 benih kangkung.

Kemudian tutup kembali lubang dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk NPK. Setelah itu siram dengan menggunakan air secukupnya usahakan saat proses penanaman di lakukan saat pagi atau sore hari.


Perwatan Kangkung

Setelah cara menanam kangkung selesai dan bibit sudah berkecambah kemudian lakukan perawatan terhadap sayuran kangkung. Perwatan bisa meliputi beberapa cara yaitu,

  • Penyiangan

Lakukan perawatan pada tanaman dengan cara penyiangan. Penyiangan ini wajib dilakukan agar pertumbuhan kangkung  berjalan dengan baik, penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan tanaman liar atau rumput yang tumbuh di sekitar tanaman kangkung.

  • Pemupukan

Kemudian perawatan selanjutnya adalah dengan memberikan pupuk tambahan atau susulan. Pemberian pupuk susulan ini bertujuan untuk menjaga keersediaan unsure hara yang terkandung di dalam tanah guna untuk memenuhi kebutuhan tanaman kangkung. Pemberian pupuk bisa menggunakan pupuk kandang seperti urea dengan dosis 15 gr/meter lahan. Pemupukan dapat dilakukan sekitar 10 hari setelah tanam.

  • Masa Panen

Masa panen pada tanaman kangkung ini terbilang cukup cekap berbeda dengan sayuran kubis kola tau kembang kol yang membutuhkan waktu sekitar 2 – 3 bulan masa panen.  Masa panen pada kangkung  hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hari saja. Cara memanen kangkung cukup mudah anda bisa mencabut kangkung hingga akarnya, atau bisa juga memotong kangkung dari pangkalnya dengan menggunakan pisau.
Waktu yang tepat untuk proses masa panen kangkung adalah di saat pagi atau di sore hari, cara ini bertujuan untuk menghindari kangkung menjadi layu sehingga dapat menyebabkan kualitas kangkung menurun, setelah di panen tempatkan kangkung di tempat yang sejuk dan teduh agar bertahan lama hingga ke esokan harinya.